4 Melatih menggunakan logika induktif untuk menarik kesimpulan dari fakta, informasi, atau data yang ada. Kelebihan Metode Eksperimen. Setiap metode pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Adapun berikut ini merupakan kelebihan metode eksperimen yang bisa Anda ketahui, di antaranya yaitu: 1. Contohnya: metode observasi, metode pengumpulan data, metode eksperimen, metode klinis. Nah sekarang saya akan menjelaskan masing-masing dari contoh filosofis dan empiris. Metode bersifat Filosofis. 1. Metode intuitif. Metode yang dilakukan dengan sengaja untuk mengadakan suatu penyelidikan atau dengan cara tidak sengaja dalam pergaulan sehari Danuntuk melakukan rekrutmen internal kegiatan yang populer dan banyak digunakan diantaranya adalah (Nawawi,2000:175) : · Rencana suksesi. · Penawaran terbuka untuk satu jabatan (job posting) · Perbantuan pekerja. · Kelompok pekerja sementara. · Promosi dan pemindahan. a. Kelebihan. · Semangat kerja yang lebih baik. d Perbedaan hipotesis dan masalah 4 Perumusan masalah Langkah menentukan masalah dalam penelitian eksperimen 5 Validitas dalam penelitian eksperimental a. Validitas eksternal b. Validitas internal c. Cara meningkatkan validitas penelitian eksperimen 6 Varians dan kontrol dalam penelitian eksperimen a. Variabel fisik b. Variabel sosial PsikologiEksperimen Semester Genap Prodi Psikologi, Universitas Pembangunan Jaya . 1. Ways of Knowing • Berdasar pada metode ilmiah-pengamatan, wawancara, eksperimen, generalisasi dan verifikasi . Kelebihan & Kelemahan Penelitian Eksperimental •Kelebihan Desaineksperimen factorial bisa dilambangkan dengan 3X3X4, artinya ada 3 faktor (misalnya, 3 jenis terapi), masing-asing faktor terdiri atas 3 level (misal dibagi dalam 3 kelompok usia), dan setiap level ada 4 perlakuan yang berbeda (4 macam sesi). Jumlah keseluruhan perlakuan adalah faktor dikali level dikali perlakuan. . Salah satu metode penelitian skripsi adalah metode eksperimen. Yuk, pahami pengertian metode eksperimen, jenis, kelebihan dan kekurangan apabila memutuskan untuk menggunakan metode ini dibandingkan metode yang lain. Dalam mengajar, guru memiliki berbagai metode yang bisa dilakukan, disesuaikan dengan bagaimana materi pembelajaran dan juga apa yang ingin dicapai. Ada berbagai metode pembelajaran yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah metode eksperimen. Metode eksperimen merupakan salah satu metode atau cara mengajar yang dilakukan oleh guru kepada para siswanya. Di dalam metode ini, nantinya guru akan mengamati siswa yang melakukan percobaan mengenai suatu hal, mengamati, dan juga mengalami sendiri prosesnya, serta nantinya siswa dapat membuktikan hal yang telah dipelajari. Setelah melakukan eksperimen, nantinya siswa akan diberi kesempatan melakukan evaluasi bersama sehingga siswa bisa belajar sendiri sembari mengikuti proses, mengamati objek, melakukan analisis, merasakan pembuktian, sampai mengambil kesimpulan sendiri mengenai proses apa yang telah dilakukan sebelumnya. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai apa itu metode eksperimen, di bawah ini akan dijelaskan dengan detail mengenai metode eksperimen, berbagai jenis metode eksperimen, apa kelebihan metode eksperimen, apa saja kekurangan metode eksperimen, dan bagaimana langkah-langkah melakukan metode eksperimen. Daftar Isi 1Pengertian Metode Eksperimen1. Sugiyono2. Latipun3. Suharsimi Arikunto4. Sagala5. Nana Syaodih Sukmadinata6. Hamid Darmadi7. Syaiful Bahri Djamarah8. Roestiyah9. Mulyani SumantriJenis-jenis Metode Eksperimen1. Eksperimen Laboratorium2. Eksperimen LapanganKelebihan Metode EksperimenKekurangan Metode EksperimenLangkah-langkah Metode Eksperimen1. Tahap Persiapan2. Tahap Pemakaian3. Tahap Tindak Lanjut Secara umum, metode eksperimen merupakan suatu percobaan yang digunakan untuk membuktikan pertanyaan atau hipotesis tertentu. Metode eksperimen adalah suatu cara penyajian pembelajaran yang mana didalamnya melibatkan siswa atau peserta didik secara langsung untuk dapat membuktikan mengenai teori dari materi pembelajaran yang telah didapatkannya. Metode eksperimen juga dapat diartikan sebagai penelitian untuk mengetahui akibat dari perlakuan yang diberikan terhadap suatu hal yang sedang diteliti. Misalnya ketika suatu benda disiram air, maka yang terjadi benda tersebut akan basah. Lalu seberapa banyak air yang terserap? Apa pengaruhnya? Itu dapat dilihat dan diamati dalam metode eksperimen. Selain pengertian secara umum, para ahli juga memiliki pendapatnya masing-masing mengenai metode eksperimen. Berikut adalah pendapat para ahli mengenai metode eksperimen. 1. Sugiyono Sugiyono menuturkan metode eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Kendali kondisi atau kontrol yang dimaksud biasanya dilakukan melalui bandingan langsung terhadap sesuatu yang tidak diberi perlakuan. Sehingga, dapat dilakukan komparasi secara langsung antara subjek yang diberi perlakuan dan juga subjek yang tidak diberi perlakuan. Dengan demikian, maka pengamat atau peneliti dapat benar-benar memastikan dan juga mencermati lebih mengenai tindakan yang hanya benar-benar akan memberi dampak atau pengaruh bila dilakukan pada subjek. 2. Latipun Latipun menilai metode eksperimen sebagai penelitian yang bersifat prediktif, yaitu meramalkan akibat dari suatu manipulasi terhadap variabel terikatnya. 3. Suharsimi Arikunto Menurut Suharsimi Arikunto, metode eksperimen merupakan cara untuk mencari hubungan sebab akibat atau hubungan kausal antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu. 4. Sagala Sagala menurunkan pengertian metode eksperimen sebagai suatu percobaan yang dilakukan untuk membuktikan suatu hipotesis. 5. Nana Syaodih Sukmadinata Metode eksperimen menurut Nana Syaodih Sukmadinata merupakan suatu pendekatan penelitian kuantitatif yang paling penuh, dalam arti memenuhi suatu persyaratan untuk menguji hubungan sebab-akibat. 6. Hamid Darmadi Darmadi menuturkan metode eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain dalam kondisi terkontrol. 7. Syaiful Bahri Djamarah Syaiful menuturkan pengertian metode eksperimen sebagai cara penyajian pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. 8. Roestiyah Menurut Roestiyah, metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. 9. Mulyani Sumantri Mulyani Sumantri menuturkan pengertian metode eksperimen sebagai cara belajar mengajar yang melibatkan siswa dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan. Dari berbagai pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen merupakan cara penyajian bahan pelajaran di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menjelaskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Jenis-jenis Metode Eksperimen Ada berbagai jenis metode eksperimen yang bisa dilakukan. Akan tetapi jika dibedakan berdasarkan lokasinya, metode eksperimen dibagi menjadi dua yaitu metode eksperimen laboratorium dan metode eksperimen lapangan. Berikut penjelasannya. 1. Eksperimen Laboratorium Metode eksperimen laboratorium adalah eksperimen yang dilakukan di laboratorium atau di pusat studi atau dapat diartikan dilakukan di lingkungan buatan. Lingkungan atau tempat tersebut dibuat semirip mungkin dengan lingkungan asli partisipan dan biasanya dibuat dalam kondisi dapat dikontrol penuh oleh peneliti, sehingga kerap disebut sebagai Laboratory Experiment. Tujuan dilakukannya eksperimen laboratorium agar peneliti dapat memiliki kontrol penuh dalam melakukan manipulasi dan akan lebih mudah dalam melakukan pengamatan atau pengukuran. Di dalam situasi yang terjadi pada penelitian eksperimen laboratorium ini, jelas bahwa partisipan sadar mereka sedang diamati dan sedang melakukan eksperimen. Sehingga tak heran jika beberapa peneliti atau ahli yaitu yang berada di bidang Science, Teknologi, dan juga Biologi, masih sangat sering memilih metode penelitian ini sebagai pilihan metode penelitiannya. 2. Eksperimen Lapangan Jenis yang kedua adalah eksperimen lapangan. Eksperimen lapangan ini adalah metode eksperimen yang dilakukan di lingkungan yang sebenarnya atau di lapangan langsung. Penelitian ini disebut sebagai Field Experiment. Yang mana dilakukan dari partisipan atau subjek penelitian. Berbeda dengan penelitian eksperimen laboratorium, penelitian eksperimen lapangan ini dalam situasi partisipan bisa sadar atau tidak jika dirinya sedang diamati. Tentu saja ada kelebihan dan kekurangan dalam melakukan eksperimen ini. Kelebihan dari lingkungan yang sebenarnya adalah bahwa hasil yang diperoleh benar-benar ditarik dari subjek penelitian sebenarnya. Namun kekurangan atau tantangannya adalah bahwa umumnya peneliti memiliki kontrol terbatas dalam melakukan manipulasi terhadap subjek penelitian. Biasanya yang menggunakan penelitian metode ini adalah peneliti atau ahli pada bidang ilmu sosial atau psikologi. Rekomendasi Buku Penelitian dan Skripsi Dapatkan Buku-Buku Penelitian Lainnya di Buku Penelitian Kelebihan Metode Eksperimen Tentu saja dalam melakukan metode eksperimen ini, ada kelebihan yang menguntungkan. Berikut adalah kelebihan pada metode eksperimen menurut Hamdayama 2016. Metode eksperimen ini dapat membuat siswa atau peserta didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri, daripada hanya menerima penjelasan guru atau dari didik atau peserta didik dapat mengembangkan sikap untuk melakukan atau mengadakan studi eksplorasi atau menjelajahi mengenai ilmu dan teknologi. Adanya suatu sikap yang dituntut dari seorang ilmuwan bisa diterapkan di dalam metode penelitian menggunakan metode ini, akan terbangun manusia yang dapat membawa berbagai terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan akan bermanfaat bagi kesejahteraan manusia. Baca juga Cara Menentukan Topik Penelitian Kekurangan Metode Eksperimen Sementara itu, ada pula kekurangan metode eksperimen menurut Hamdayama 2016. Ketidakcukupan alat mengakibatkan tidak setiap siswa atau peserta didik memiliki kesempatan untuk melakukan eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, maka siswa harus menunggu untuk melanjutkan pelajaran ini lebih sesuai untuk menyajikan berbagai bidang ilmu dengan teknologi. Baca juga Fokus Penelitian Adalah Langkah-langkah Metode Eksperimen Agar dapat melakukan metode eksperimen, berikut adalah langkah-langkah metode eksperimen yang dilakukan. Akan tetapi sebelumnya perlu diketahui bahwa langkah dari eksperimen tergantung dari desain atau jenis eksperimennya karena setiap langkah akan berbeda. Namun secara umum, berikut adalah langkah melakukan metode eksperimen. 1. Tahap Persiapan Tahap persiapan atau langkah awal dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu sebagai berikut Mempersiapkan hal yang dibutuhkan ketika bereksperimen, seperti alat, bahan, dan metode eksperimen dan tujuan yang bisa kebutuhan peralatan dan sarana yang dibutuhkan dalam melakukan uji eksperimen sebelum memberi tugas kepada siswa, sehingga guru dapat mengetahui kemungkinan yang akan terjadi dan kemungkinan lembar kerja berisi tugas yang dilakukan siswa, penilaian, instruksi, dan lainnya. 2. Tahap Pemakaian Tahap pemakaian metode eksperimen dilakukan dengan tahapan Guru berdiskusi dengan siswa tentang prosedur, alat, dan bahan eksperimen dan menjelaskan kegunaan bahan-bahan membimbing, membantu, dan mengawasi siswa yang melakukan eksperimen serta melakukan pengamatan dan kegiatan eksperimen yang dilakukan akhir eksperimen, siswa membuat kesimpulan dan laporan dengan lengkap sesuai dengan lembar kerja yang sudah disiapkan. 3. Tahap Tindak Lanjut Setelah melakukan eksperimen, yang dilakukan adalah berbagai tahap ini Guru berdiskusi dengan siswa tentang hambatan selama mengumpulkan, dan menyimpan peralatan lainnya yang sudah dibiarkan agar tidak mengganggu kegiatan pembelajaran memberi evaluasi akhir eksperimen kepada siswa agar eksperimen selanjutnya dapat berjalan dengan lancar. Nah, semoga penjelasan mengenai pengertian metode eksperimen untuk penelitian skripsi dan bisa membantu mempercepat proses penelitianmu lebih cepat untuk selesai. Rekomendasi Buku Penelitian dan Skripsi Dapatkan Buku-Buku Penelitian Lainnya di Buku Penelitian Eksperimen Faktorial - Keunggulan, Kelebihan, dan Desain Faktorial - Dalam penelitian eksperimen selalu ada perlakuan yang sengaja diberikan kepada subjek yang diteliti. Pertanyaan yang dapat diajukan disini adalah dapatkah peneliti melakukan eksperimen dengan memberikan beberapa perlakukan secara simultan kepada setiap kelompok atau unit eksperimen? Suatu ekperimen pada dasarnya tidak hanya dapat memberikan suatu perlakuan pada subjek, tetapi dapat pula dengan lebih dari satu perlakuan yang disajikan secara simultan. Jika perlakuan eksperimen lebih dari satu macam berarti perlakuan tersebut perlakuan kombinasi. Misalnya; jenis psikoterapi dan durasi perlakuan, jenis pelatihan, jenis kelamin, dan sebagainya. Eksperimen ini yang disebut eksperimen faktorial. Eksperimen factorial merupakan eksperimen yang menggunakan lebih dari satu perlakuan atau lebih dari satu variable bebas. Eksperimen factorial minimal menggunakan 2 faktor. Istilah factorial sebenarnya berhubungan dengan cara factorial itu dibentuk. Karena itu, sejumlah ahli mengatakan bahwa factorial adalah jenis ekspemen bukan desai eksperimen. Sejumlah ahli yang lain mengatakan bahwa factorial merupakan desain yang khusus, dan banyak literature psikologi yang menyebut eksperimen yang menggunakan sejumlah faktor dengan nama desain factorial. Sementara itu Nazir dalam Marliani 2013 menegaskan bahwa tidak ada eksperimen desain factorial yang ada ekaperimen factorial dengan bermacam-macam desain. Marliani 2013 tidak ingin berlarut dengan pro kontra istilah, merujuk pada esensi yang sama yaitu salah satu unsure dalam penelitian eksperimental. image source wwwdotexponentdotcom Baca juga Teori-teori dalam Motivasi Kerja Faktor dan Level Faktor adalah setiap variable yang bebas karena variable itu menjadi faktor atau penyebab terjadinya perubahan pada variable terikat. Contoh untuk menggambarkan faktor dalam eksperimen yaitu Goldfried dkk dalam Marliani 2013 ia meneliti perbandingan terapi yang terfokus pada Cognitive behavior therapy CBT dan interpersonal psikodinamik kepada pasien yang mengalami depresi. Dalam eksperimennya Ia memberikan CBT kepada 30 orang dan terapi interpersonal dinamik pada 27 orang. Setiap kelompok dibagi lagi menjadi 2 secara seimbang, dan setiap bagiannya diberikan lagi perlakuan secara berbeda. Bagian pertama dari 2 kelompok diberi terapi selama 8 sesi, sedangkan bagian kedua diberi terapi 16 sesi. Setelah dihitung hasilnya, pada eksperimen yang Ia lakukan terdapat 2 faktor yaitu faktor CBT dan faktor interpersonal psikodinamik. Eksperimen ini memberikan perlakuan kombinasi karena setiap kelompok perlakuan diberi terapi secara berbeda yaitu 8 sesi dan 16 sesi. Walker dalam Marliani 2013 berpendapat bahwa setiap levlnya, eksperimen factorial mempunyai level-level. Dikatakan sebagai eksperimen factorial jika pada perlakuan ada tingkatan level perlakuan. Oleh karena itu, eksperimen yang menggunakan 2 perlakuan belum memadai untuk dikatakan sebagai eksperimen faktorial. Pada eksperimen yang dilakukan Golfried selain terdapat 2 faktor yaitu CBT dan interpersonal psikodinamik terapi, juga terdapat level pada setiap faktor yaitu pemberian 8 sesi terapi dan 16 sesi terapi. Jadi, eksperimen tersebut mempunyai 2 faktor dan setiap faktor menpunyai 2 level. Pada contoh kasus penelitian diatas misalnya dapat dilambangkan dengan 2 X 2, artinya eksperimen tersebut terdiri atas 2 faktor yang masing masing faktor terdiri atas 2 level. Dengan demikian, pada eksperimen 2 X 2 terdapat empat perlakuan yaitu terapi cognitive-behavioral 8 sesi terapi interpersonal psikodinamik 8 sesi terapi cognitive behavioral 16 sesi terapi interpersonal psikodinamik 16 sesi Suatu eksperimen dilambangkan dengan 3X 2 adalah eksperimen factorial yang terdiri atas 3 faktor yang masing-masing terdapat 2 level. Ini berarti eksperimen factorial itu dilakukan dengan 6 perlakuan variable bebas, yang terdiri atas faktor X1, X2, dan X3 yang masing-masing X terdapat 2 level perlakuan. Variasi kombinasi faktor dan level pada eksperimen sangat ditentukan oleh banyak sedikitnya perlakuan yang diberikan peneliti, termasuk cara peneliti mengembangkan level-level pada setiap faktornya. Desain eksperimen factorial bisa dilambangkan dengan 3X3X4, artinya ada 3 faktor misalnya, 3 jenis terapi, masing-asing faktor terdiri atas 3 level misal dibagi dalam 3 kelompok usia, dan setiap level ada 4 perlakuan yang berbeda 4 macam sesi. Jumlah keseluruhan perlakuan adalah faktor dikali level dikali perlakuan. Contoh diatas jumlah perlakuan untuk factorial 3x3x4 adalah 24 perlakuan. Peneliti memiliki kebebasab untuk merancang berapa perlakuan yang hendak diberikan dalam suatu eksperimen. Jumlah perlakuan ini bergantung pada kombinasi perlakuan yang dirancang oleh peneliti. Desai factorial sederhana adalah 2x2, dan peneliti bisa membuat desai lebih variatif. Menurut Walker dalam Marliani 2013, dalam penelitian psikologi jarang menggunakan lebih dari 3 level. Keunggulan Eksperimen Faktorial Dengan eksperimen dapat diketahui pengaruh interaksi antarfaktor, selain pengaruh masing-masing faktor pada variable yang diamati. Jika eksperimen dilakukan secara terpisah, misalnya, suatu waktu dilakukan eksperimen cognitive behavioral dengan 2 perlakuan 8 sesi dan 16 sesi, lalu dilakukan komparasi keduanya, peneliti hanya dapat menganalisis perbandingan efektivitas dua perlakuan pada CBT dan efektifitas dua perlakuan pada interpersonal psikodinamik terapi dengan waktu yang relative panjang. Pada eksperimen tersebut tidak tampak adanya pengaruh interaksi antara metode terapi dan jumlah sesi yang baru dapat dihitung dengan menggunakan eksperimenfaktorial. Dengan demikian, dalam eksperimen factorial ini ingin dipelajari efek beberapa variable bebas pada variable terkait secara sendri-sendiri ataupun interaktif. Secara filosofis, eksperimen factorial ini muncul dalam dunia penelitian eksperimental yang dilatarbelakangi pandangan bahwa gejala psikologis yang komplek tidak hanya berhubungan dengan satu variable, tetapi juga berhubungan dengan sejumlah variable yang berinteraksi secara simultan. Seorang peneliti tidak mungkin membatasi eksperimen hanya satu variable karena hal ini sma dengan menyederhanakan gejala psikologis yang sebenarnya menimbulkan efek berbeda dan kompleks. Memang wajar jika suatu variable tersebut berinteraksi dengan variable bebas lain. Sebagai contoh, adanya hubungan kombinatif beberapa variable terhadap variable terikat, misalnya efektivitas metode diskusi dalam pembelajaran bergantung pada sejumlah variable, diantaranya profesionalitas guru, kesiapan belajar siswa, minat siswa mengikuti diskusi. Efektivitas terapi bergantung pada sejumlah variable antara lain, kecerdasan klien, keterampilan konselor, iklim terapi, dan faktor kepribadian klien Hedley dan Strupp dalam Marliani, 2013 Misalnya eksperimen factorial sangat bermanfaat bagi peneliti untuk membuat pertimbangan tertentu berkenaan denga relevansi penggunaan bermacam-macam terapi. Terapi behavioral lebih efektif bagi klien anak-anak daripada klien orang dewasa, sedangkan jenis terapi psikoanalisa lebih sesuai untuk subjek yang dewasa. Apabila penelitian eksperimen, sebagaimana contoh di atas, menggunakan desain satu variable, eksperimen tersebut tidak dapat menggunakan efek interaktif antara metode terapi dengan kecerdasan ini. Informasi yang diberikan oleh sebuah eksperimen dapat ditingkatkan secara nyata dengan cara menegaskan simultan untuk menyelidiki e masing-masing terhadap variable terikat, di samping pengaruh yang disebabkan oleh interaksi antara beberapavariabel itu. Dalam eksperimen factorial, prinsip randomisasi, pengulangan replikasi, dan blocking juga harus diterapkan. Dengan demikian kemungkinan terjadi kesalahan dapat diukur. Jenis Eksperimen Faktorial Ada 2 jenis eksperimen factorial yaitu; salah satu variable bebas dimanipulasi, dan semua variable bebas dimanipulasi. A. Salah Satu Variable Bebas Dimanipulasi Seorang peneliti boleh tertarik pada pengaruh dari satu variable bebas, tetapi harus mempertimbangkan variable-vaiabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi variable terikat. Variable tersebut adalah variable atribut seperti jenis kelamin, kecerdasan, ras, status sosial, ekonomi, hasil belajar, dsb. Selain diteliti pengaruh variable atribut tersebut juga dapat dikendalikan dengan cara memasukkan variable atribut dalam eksperimen factorial. Pada setiap tingkatan variable terikat atribut, peneliti menilai pengaruh variable bebas. Tingkat variable atribut akan terbentuk secara alami. Helenggeler dkk dalam Marliani 2013, melakukan penelitian tentang pengguaan multisystemic therapy dengan menyertakan keluarganya untuk mengatasi anak-anak yang suka melakukan tindak kekerasan kronis. Dalam eksperimennya, Henggeler membandingkan penggunaan Multisystemic Theraphy dengan terapi biasa sebagai kontrol. Dalam terapi ini, satu kelompok anak dan keluarganya diberi perlakuan “model baru”, sedangkan kelompok lainnya sebagai kelompok kontrol. Ia memasukkan variable asal tempat tinggal sampel, yaitu berasal dari desa atau kota. Artinya, dalam eksperimen ini juga disertakan variable atribut ke dalam eksperimen factorial. Fungsinya bukan hanya meningkatkan ketepatan eksperimen melainkan juga meningkatkan kemampuan generalisasi hasil eksperimen tersebut. Peneliti telah menetapkan perlakuan itu mempunyai pengaruh yang sebanding pada semua tingkat ataukah tidak, yang pada akhirnya akan meningkatkan wilayah generalisasi hasil-hasil eksperimen. B. Semua Variable Bebas Dimanipulasi Ketika eksperimenter tertarik pada 2 variabel bebas dan ia ingin menilai pengaruhnya terhadap variable terikat, baik secara terpisah maupun bersama-sama, kedua variable bebas dimanipulasi secara eksperimental. Eksperimen factorial yang paling sederhana adalah perlakuan 2x2. Biasanya pada eksperimen factorial sederhana, variable bebas yang dimanipulasi faktor merupakan variable eksperimen, sedangkan variable bebas level yang kedua merupakan variable atribut. Pengaruh perlakuan eksperimental terhadap variable terikat dinilai pada setiap level variable. Eksperimen factorial bisa dikembangkan menjadi eksperimen yang lebih kompleks, yaitu eksperimen yang mempunyai beberapa variable bebas. Eksperimen komplek terdiri atas beberapa faktor dn beberapa level. Misalnya, eksperimen factorial 2x3x4 menunjukkan bahwa jumlah variable bebas pada eksperimrn tersebut 2 faktor, 3 level, dan 4 perlakuan tiap level. Eksperimen semacam ini misalnya menggunakan 2 metode terapi, 3 tingkatan usia, dan empat kelompok latar belakang keluarga. Akan tetapi apabila terlalu banyak faktor dan level yang dikombinasi tentu analisa statistiknya menjadi sulit dianalisa. Kelebihan Eksperimen Faktorial Kelebihan eksperimen factorial antara lain Lebih efisien karena dapat dilakkan hanya satu kali eksperimen. Memberi ruang kepada peneliti untuk menyelidiki berbagai bentuk interaksi dalam penelitian perilaku Pengujian hipotesis menjadi lebih kuat Pengendalian variable lebih baik karena dilakukan dengan beberapa perlakuan sekaligus. Hasil eksperimen dapat digenealisasikan terhadap beberapa variable bebas. Hal ini menunjukkan bahwa hasil eksperimen lebih valid pada beberapa situasi dan subjek penelitian. Pertanyaannya adalah bagaimana mendesain penelitian eksperimental dengan melibatkan labih dari satu variable bebas? Sebagai contoh seorang peneliti ingin mengetahui ada-tidaknya perbedaan pengaruh bentuk iklan terhadap ingatan produk yang diiklankan pada anak laki-laki dan perempuan. Jika masalah tersebut ingin diteliti dengan desain 2 kelompok peneliti perlu melakukan 2 penelitian eksperimental. Pertama, membandingkan 2 kelompok anak laki-laki . satu kelompok diberi iklan berbentuk humor dan satu kelompok lain diberi iklan berbentuk netral. Kedua, membandingka 2 kelompok anak perempuan seperti halnya kelompok laki-laki. Akan tetapi, penelitian dilakukan dengan desain anavar, diperlukan penelitian eksperimental dengan 4 kelompok, yaitu 1 kelompok anak laki-laki yang diberi iklan humor 2 kelompok anak laki-laki yang diberi iklan netral 3 kelompok anak perempuan yang diberi iklan humor 4 kelompok anak perempuan yang diberi iklan netral. Kemudian dilakukan analisis statistic menggunakan uji-F anavar satu jalur. Desain yang tepat untuk menjawab masalah di atas adalah desain factorial. Hal ini karena sebagaimana telah dijelaskan, desain eksperimen factorial adalah desain penelitian yang melibatkan lebih dari satu variable bebas. Desain Faktorial Desain faktorial merupakan desain khusus dari penelitian eksperimental Christensen dalam Seniati dkk, 2011. Desain factorial bukan hanya sebuah desain, melainkan merupakan sekelompok desain Robinson dalam Seniati dkk., 2011. Meskipun berbeda pendapat, keduanya sependapat bahwa desain factorial digunakan untuk penelitian eksperimental yang melibatkan lebih dari sebuah variable bebas. Desain factorial menyangkut 2 hal pertama, variable bebas yang terlibat. Desain factorial dua-faktor two factor factorial design digunakan untuk penelitian yang memiliki 2 variabel bebas. Desain penelitian tiga-faktor digunakan pada penelitian dengan tiga variable bebas, dan seterusnya. Kedua, menyangkut jumlah level, tingkat, atau variasi dari masing-masing variable bebas yang terlibat. Penamaan ini selain menunjukkan jumlah variable yang terlibat, juga menunjukkan jumlah variasi VB1 sejumlah A dan variasi VB2 sejumlah B. Jumlah variable Bebas terlibat Jumlah Variasi variable bebas Desain Faktorial 2 faktor Desain factorial A x B Desain factorial 3 faktor Desain factorial A X B X C Desain factorial 4 faktor Desain factorial A x B X C X D Contoh Tabel diatas merupakan contoh penelitian factorial 2 faktor karena memiliki duia VB atau disebut juga penelitian factorial desain 3 X 2 karena warna ruangan VB1 memiliki 3 variasi dan iklan VB2 memiliki 2 variasi. Dengan demikian penelitian tersebut membutuhkan enam kelompok. Penggunaan Desain factorial merupakan satu-satunya desain yang menggunakan teknik kontrol variable sekunder dengan menjadikannya sebagai variable bebas kedua. Desain factorial dapat digunakan apabila ada sebuah atau beberapa variable sekunder yang dikontrol dengan memasukkan dalam penelitian dan dijadikan variable bebas. Misalnya seorang guru ingin meneliti pengaruh perbedaan metode pengajaran ceramah dan diskusi terhadap prestasi belajar siswa pad mata pelajaran Kewarganegaraan. Kedua metode ceramah dan diskusi dilaksanakan di ruang yang berbeda. Metode ceramak di ruangan ber AC dan metode diskusi tidak di ruang ber AC. Ketika muncul variable suhu udara sebagai variable sekunder yang akan berpengaruh terhadap prestasi belajar. Karena variable suhu tidak dapat dikonstansi lebih baik suhu dijadikan variabelbebas kedua sehingga kesimpulan penelitian lebih cepat dn akurat. Dalam penjelasan mengenai penelitian eksperimental telah diungkapkan bahwa penelitian eksperimental dilakukan apabila VB penelitian dapat dimanipulasi. Karena itu, penelitian eksperiemen terbatas penggunaanya, karena tidak semua variable dapat dimanipulasi. Pada desain factorial tidak semua VB terlibat harus dimanipulasi. 1. Masalah yang dapat dijawab dalam desain eksperimen factorial meliputi Pertama, pengaruh utama main effect dari masing-masing variable bebas terhadap variable terikat Kedua, pengaruh interaksi interaction effect0 antar variable bebas yang terlibat terhadap variable terikat. 2. Pertanyaan yang muncul Apakah VB1 dapat mempengaruhi VT ? Apakah VB 2 dapat mempenggaruhi VT? Apakah interaksi antara VB1 dan VB2 dapat mempengaruhi VT? Adapun jenis desain factorial 1. Randomized Factorial Desain Menggunakan lebih dari Variabel bebas yang terlibat, menggunakan teknik kontrol randomisasi. 2. Randomized Blocked Factorial design Desain ini lebih bnayak menggunakan teknik kontrol dibandingkandengan teknik sebelumnya. Desain ini memggunakan teknik kontrol konstansi terhadap variaber sekunder dengan blocking. 3. Statistical Control with factorial desain Penggunaan kontrol statistic untuk VB memiliki kelebihan yaitu kontrol dapat dilakukan apabila pelaksanaan penelitian sudah selesai yaitu dengan mengontro hasi statistic. Sekian artikel Universitas Psikologi tentang Eksperimen Faktorial - Keunggulan, Kelebihan, dan Desain Faktorial. Semoga bermanfaat. Daftar Pustaka Marliani, Roslenty. Psikologi Eksperimen. Bandung Pustaka Setia Seniati, Liche; Yulianto, Aries; dan Setiadi, 2011. Psikologi Eksperimen. Jakarta PT Indeks. Keuntungan dan Kerugian Penelitian Eksperimental Daftar Referensi Cepat Keuntungan Kekurangan peneliti dapat memiliki kendali atas variabel dapat menghasilkan hasil buatan manusia tetap melakukan eksperimen hasil mungkin hanya berlaku untuk satu situasi dan mungkin sulit untuk ditiru Apa kekuatan dan kelemahan metode eksperimen? Kekuatan dan kelemahan metode eksperimental Kekuatan Kelemahan Kontrol variabel yang lebih ketat. Lebih mudah untuk mengomentari sebab dan akibat. Karakteristik permintaan – peserta yang sadar akan eksperimen, dapat mengubah perilaku. Relatif mudah untuk ditiru. Lingkungan buatan – realisme rendah. Apa kelemahan penelitian eksperimental? Kelemahan Kelemahan utama dari metode eksperimental adalah ketergantungan mereka pada apa yang banyak orang lihat sebagai lingkungan “buatan”. Orang mungkin berperilaku berbeda dalam pengaturan eksperimental daripada di bawah kondisi yang lebih biasa. Apa batasan dalam eksperimen? Keterbatasan adalah bagian dari eksperimen yang mencegah ilmuwan menghasilkan data yang adil dan dapat diandalkan. Bahkan prosedur eksperimental yang direncanakan dengan sangat baik dapat menyebabkan “kesalahan” dan menghasilkan data yang kurang sempurna. Apa tiga keterbatasan metode eksperimen? – batasan yang paling penting dari metode eksperimen adalah bahwa, bahkan ketika seorang peneliti mengikuti langkah-langkah metode dengan cermat, variabel pengganggu, faktor selain variabel bebas yang tidak sama antar kelompok, dapat mencegahnya menyimpulkan bahwa variabel bebas menyebabkan sebuah perubahan di… Apa contoh pembatasan? Pengertian pembatasan adalah pembatasan atau cacat, atau tindakan memaksakan pembatasan. Ketika Anda hanya diperbolehkan berjalan ke ujung blok, ini adalah contoh pembatasan. Ketika ada hal-hal tertentu yang tidak Anda kuasai dengan baik, ini adalah contoh keterbatasan. Apa faktor yang mempengaruhi keterbatasan Anda? Jawaban Ahli Terverifikasi Namun tentunya kita harus menghadapi keterbatasan yang mungkin juga kita hadapi, seperti kemampuan finansial, keterbatasan fisik dan faktor lingkungan. Uang, misalnya, mungkin bukan faktor ketika mencoba menciptakan sesuatu, tetapi ketika Anda sudah mengajukan paten, itu bisa menjadi masalah. Apa batasan dalam hidup? Memahami keterbatasan kita Anda tidak mencintai atau terkadang bahkan menyukai semua orang yang seharusnya Anda layani. Anda juga tidak harus. Anda tidak akan bisa menyelamatkan semua orang. Tidak pernah ada cukup waktu. Akan selalu ada hal-hal tentang pekerjaan Anda dan orang-orang yang bekerja dengan Anda yang menyebabkan reaksi emosional yang kuat. Apa keterbatasan penelitian kualitatif? Kelemahan utama penelitian kualitatif adalah prosesnya memakan waktu. Masalah lain adalah bahwa interpretasinya terbatas. Pengalaman dan pengetahuan pribadi mempengaruhi pengamatan dan kesimpulan. Dengan demikian, penelitian kualitatif mungkin memakan waktu beberapa minggu atau bulan. Apa keterbatasan dari sebuah studi penelitian? Keterbatasan penelitian ini adalah karakteristik desain atau metodologi yang memengaruhi atau memengaruhi interpretasi temuan dari penelitian Anda. Mengapa keterbatasan penting dalam hidup? Memiliki batasan membantu kita mengatur investasi waktu, energi, dan sumber daya lainnya. Gagasan tentang batasan adalah untuk tidak berlebihan atau menginvestasikan terlalu sedikit sumber daya kita ke dalam hal tertentu. Ada jumlah optimal investasi yang dibutuhkan untuk semua yang kita lakukan dalam hidup. Apa keterbatasan metode kuantitatif? Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan metode statistik….Metode kuantitatif. Kekuatan Keterbatasan Relatif mudah untuk dianalisis Sulit untuk memahami konteks suatu fenomena Data bisa sangat konsisten, tepat, dan andal Data mungkin tidak cukup kuat untuk menjelaskan masalah yang kompleks Bagaimana Anda memulai keterbatasan dalam sebuah penelitian? Sebagian besar penulis memasukkan batasan sebagai paragraf terpisah, biasanya dimulai dengan kalimat utama seperti “Namun, penelitian kami memiliki beberapa keterbatasan”. Sebagai alternatif, Anda dapat mengerjakan batasan-batasan tersebut ke dalam bagian-bagian yang relevan dari diskusi umum. Mengapa penelitian kuantitatif mahal? Penelitian kuantitatif sulit, mahal dan membutuhkan banyak waktu untuk melakukan analisis. Jadi, untuk mencapai tanggapan mendalam tentang suatu masalah, pengumpulan data dalam metodologi penelitian kuantitatif seringkali terlalu mahal dibandingkan dengan pendekatan kualitatif. Apa saja kendala dalam pendataan? Tantangan dalam praktik pengumpulan data saat ini Standar pengumpulan data yang tidak konsisten. Konteks pengumpulan data. Pengumpulan data bukanlah inti dari fungsi bisnis. Kurangnya pelatihan dalam pengumpulan data. Kurangnya proses penjaminan mutu. Perubahan definisi dan kebijakan dan mempertahankan komparabilitas data. Manakah dari berikut ini yang merupakan kelemahan dari penelitian kuantitatif? Namun, fokus pada angka-angka yang ditemukan dalam penelitian kuantitatif juga dapat membatasi, yang menyebabkan beberapa kerugian. Fokus yang salah pada angka. Penelitian kuantitatif dapat dibatasi dalam mengejar hubungan statistik yang konkret, yang dapat menyebabkan peneliti mengabaikan tema dan hubungan yang lebih luas. Mengapa penelitian kuantitatif penting dalam kehidupan sehari-hari? Pendekatan kuantitatif sangat penting, bahkan dalam kehidupan kita sehari-hari, karena di sebagian besar, jika tidak semua hal yang kita lakukan dalam hidup, kita mengukur untuk melihat seberapa banyak sesuatu yang ada. Metode kuantitatif adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari, bahkan sejak lahir, data terus dikumpulkan, dinilai, dan dinilai ulang saat kita tumbuh. Apa manfaat metode kuantitatif? Penelitian Kuantitatif Kelebihan Sampel yang lebih besar Sebuah studi yang lebih luas dapat dibuat, melibatkan lebih banyak subjek dan memungkinkan lebih banyak generalisasi hasil. Objektivitas dan akurasi Sedikit variabel yang terlibat karena data berhubungan dengan informasi tertutup. Mengapa penting untuk menggunakan data kualitatif dan kuantitatif? Menggunakan kombinasi data kualitatif dan kuantitatif dapat meningkatkan evaluasi dengan memastikan bahwa keterbatasan satu jenis data seimbang dengan kekuatan yang lain. Ini akan memastikan bahwa pemahaman ditingkatkan dengan mengintegrasikan berbagai cara mengetahui. Mengapa metode kuantitatif lebih baik daripada kualitatif? Data kuantitatif dapat membantu Anda melihat gambaran besarnya. Menemukan jawaban umum Penelitian kuantitatif biasanya memiliki lebih banyak responden daripada penelitian kualitatif karena lebih mudah melakukan survei pilihan ganda daripada serangkaian wawancara atau kelompok fokus. Sebutkan 5 cara pengumpulan data? Berikut adalah enam metode pengumpulan data teratas Kuesioner dan survei. Dokumen dan catatan. Grup fokus. Sejarah lisan. Penelitian pada dasarnya dapat dilakukan oleh siapa saja dan dalam bidang apa pun, akan tetapi kebanyakan tujuan melakukan penelitian biasanya untuk memperluas pengetahuan di dunia fisik, biologis, dan sosial. Melalui penggunaan metode penelitian tertentu, salah satunya ialah metode eksperimen. Adapun untuk penelitian eksperimen adalah arti penelitian yang dilakukan dengan cara memanipulasi satu atau lebih variabel bebas untuk diterapkan ke satu atau lebih variabel terikat untuk mengukur pengaruhnya terhadap variabel terikat tersebut. Penelitian eksperimen itu sendiri bisa dibagi lagi menjadi beberapa jenis yang ditentukan berdasarkan cara peneliti menugaskan subjek penelitian pada kondisi dan kelompok yang berbeda, yaitu pra-eksperimen, eskperimen semu, dan eksperimental murni. Dimana pengolahan data untuk mengetahui hubungan tersebut dapat dilakukan dengan statistik dan statistika yang merupakan cara pengolahan data dalam penelitian kuantitatif. Penelitian eksperimen adalah studi yang secara ketat menganut desain penelitian ilmiah, karena mencakup hipotesis penelitian, variabel yang dapat dimanipulasi oleh peneliti, serta variabel penelitian yang dapat diukur, dihitung dan dibandingkan. Atau bisa juga dikatakan bahwa penelitian eksperimental adalah penelitian yang dilakukan ketika seorang peneliti ingin melacak hubungan sebab-akibat antara variabel bebas dan variabel terikat. Yang perlu kita ingat bahwa penelitian eksperimental diselesaikan dalam lingkungan yang terkendali. Peneliti mengumpulkan berbagai jenis data penelitian dan hasilnya akan mendukung atau menolak hipotesis. Metode penelitian ini disebut pengujian hipotesis atau metode penelitian deduktif. Kelebihan Penelitian Eksperimen Keunggulan yang ada dalam penelitian eskperimen, diantaranya yaitu Menawarkan tingkat kendali tertinggi Prosedur yang digunakan dalam penelitian eksperimen memungkinkan peneliti mengisolasi variabel tertentu dalam hampir semua topik. Keuntungan yang satu ini memberikan kemungkinan untuk menentukan apakah hasilnya layak. Variabel dapat dikontrol sendiri atau dikombinasikan dengan yang lain untuk menentukan apa yang dapat terjadi ketika setiap skenario diselesaikan. Berguna di setiap industri dan subjek Karena penelitian eksperimen menawarkan tingkat kontrol yang lebih tinggi daripada metode lain yang tersedia. Hal itu menawarkan hasil yang memberikan tingkat relevansi dan spesifisitas yang lebih tinggi. Hasil penelitian kemungkinan memiliki konsistensi yang unggul juga. Memberikan kesimpulan yang spesifik Karena penelitian eksperimen memberikan tingkat kontrol yang tinggi, penelitian ini dapat memberikan hasil yang spesifik dan relevan dengan konsistensi. Keberhasilan atau kegagalan dapat ditentukan, sehingga memungkinkan untuk memahami validitas suatu produk, teori, atau ide dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan metode verifikasi lainnya. Mampu mereplikasi pengaturan alam dengan keuntungan kecepatan yang signifikan Penelitian eksperimen memungkinkan untuk mereplikasi pengaturan lingkungan tertentu dalam kontrol pengaturan laboratorium. Struktur ini memungkinkan eksperimen untuk mereplikasi variabel yang membutuhkan investasi waktu yang signifikan. Lebih dapat diduplikasi Penelitian eksperimental bersifat langsung, bentuk penelitian dasar yang memungkinkan duplikasi ketika variabel yang sama dikendalikan oleh variabel lain. Hal ini membantu meningkatkan validitas konsep untuk produk, ide, dan teori. Penelitian eksperimen memungkinkan siapa pun untuk dapat memeriksa dan memverifikasi hasil yang dipublikasikan, yang seringkali memungkinkan hasil yang lebih baik untuk dicapai, karena langkah yang tepat dapat memberikan hasil yang tepat. Memungkinkan diketahuinya hubungan sebab dan akibat dari variabel yang diteliti Manipulasi variabel memungkinkan peneliti untuk dapat melihat berbagai hubungan sebab-akibat yang dapat dihasilkan oleh suatu produk, teori, atau ide. Ini adalah proses yang memungkinkan peneliti untuk menggali lebih dalam apa yang mungkin, menunjukkan bagaimana berbagai hubungan variabel dapat memberikan manfaat tertentu. Sebagai gantinya, pemahaman yang lebih besar tentang hal-hal spesifik dalam penelitian dapat dipahami, meskipun pemahaman tentang mengapa hubungan tersebut ada tidak diketahui dalam penelitian ini. Dikombinasikan dengan metode penelitian lain Kita dapat mengombinasikan penelitian eksperimen dengan metode lain untuk memastikan bahwa data yang diterima dari proses ini seakurat mungkin. Hasil yang diperoleh peneliti harus bisa berdiri sendiri untuk diverifikasi agar ada temuan yang valid. Kombinasi faktor-faktor tersebut memungkinkan untuk memberikan informasi yang sangat spesifik sambil menawarkan ide-ide baru ke format penelitian lain secara bersamaan. Kekurangan Penelitian Eksperimen Sedangkan untuk kelemahan dalam penelitian eskperimen, diantaranya yaitu Hasil sangat subjektif karena kemungkinan terjadi kesalahan dari peneliti Karena penelitian eksperimen memerlukan tingkat kontrol variabel tertentu, penelitian ini berisiko tinggi mengalami kesalahan dari peneliti di beberapa titik selama penelitian. Setiap kesalahan, baik sistemik maupun acak, dapat mengungkapkan informasi tentang variabel lain dan itu akan menghilangkan jenis validitas percobaan dan penelitian yang dilakukan. Dapat menciptakan situasi yang tidak realistis Variabel produk, teori, atau ide berada di bawah kontrol yang ketat sehingga data yang dihasilkan dapat rusak atau tidak akurat, tetapi tetap terlihat asli. Ini dapat bekerja dalam dua cara negatif bagi peneliti. Pertama, variabel dapat dikontrol sedemikian rupa sehingga mengarahkan data ke hasil yang disukai atau diinginkan. Kedua, data dapat dirusak agar tampak seperti positif, tetapi karena lingkungan kehidupan nyata sangat berbeda dengan lingkungan yang dikendalikan, hasil positif tidak akan pernah bisa dicapai di luar penelitian eksperimental. Memakan waktu Agar dapat terlaksana dengan baik, penelitian eksperimen harus mengisolasi setiap variabel dan melakukan pengujian terhadapnya. Kemudian kombinasi variabel juga harus dipertimbangkan. Proses ini bisa berlangsung lama dan membutuhkan banyak sumber daya keuangan dan personel. Biaya tersebut mungkin tidak akan pernah dapat diimbangi oleh penjualan konsumen jika produk atau idenya tidak pernah berhasil dipasarkan. Terkadang tidak memberikan penjelasan yang sebenarnya Penelitian eksperimen adalah kesempatan untuk menjawab pertanyaan Ya atau Tidak. Ini akan menunjukkan kepada kita bahwa itu akan berfungsi atau tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Akan tetapi, penelitian eksperimental tidak dapat menjawab pertanyaan “Mengapa” untuk memberikan penjabaran yang lebih mendalam pada hasil. Variabel asing tidak selalu bisa dikontrol Meskipun pengaturan laboratorium dapat mengontrol variabel asing, lingkungan alam memberikan tantangan tertentu. Beberapa penelitian perlu diselesaikan dalam suasana alami agar akurat. Mungkin tidak selalu mungkin untuk mengontrol variabel asing karena ketidakpastian alam. Meskipun variabel dikontrol, hasilnya dapat memastikan validitas internal, tapi dengan mengorbankan validitas eksternal. Partisipan dapat dipengaruhi oleh situasi mereka saat ini Kesalahan manusia tidak hanya terbatas pada para peneliti. Partisipan dalam studi penelitian eksperimen juga dapat dipengaruhi oleh variabel asing. Dalam percakapan dengan peneliti, mungkin ada ketertarikan fisik yang mengubah tanggapan partisipan. Bahkan pemicu internal, seperti ketakutan akan ruang tertutup, dapat memengaruhi hasil yang diperoleh. Juga sangat umum bagi partisipan untuk “mengikuti” apa yang menurut mereka ingin dilihat oleh peneliti daripada memberikan tanggapan yang jujur. Memanipulasi variabel belum tentu merupakan sudut pandang yang objektif Agar penelitian efektif, itu harus objektif, tapi memanipulasi variabel dapat mengurangi objektivitas tersebut. Meskipun ada manfaat untuk mengamati konsekuensi dari manipulasi yang dilakukan, namun manfaat itu mungkin tidak memberikan hasil realistis yang dapat digunakan di masa depan, karena pengambilan sampel hanya mencerminkan sampel yang diteliti dan hasilnya mungkin tidak dapat diterapkan pada populasi secara umum. Itulah tadi penjelasan yang bisa diberikan pada semua kalangan tentang adanya kelebihan penelitian eksperimen dan kekurangan dalam melakukan penelitian eksperimen. Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar dimana siswa melakukan percobaan tentang suatu hal, mengamati dan mengalami prosesnya, membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajarinya, kemudian hasil pengamatan dan percobaan tersebut disampaikan ke kelas untuk dievaluasi bersama. Melalui metode eksperimen, siswa diberi kesempatan untuk belajar sendiri, mengikuti proses, mengamati objek, menganalisis, menarik pembuktian, dan mengambil kesimpulan sendiri dari proses yang eksperimen merupakan suatu percobaan untuk membuktikan suatu pertanyaan atau hipotesis tertentu. Metode eksperimen merupakan suatu cara penyajian pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara langsung untuk membuktikan sebuah teori dari materi dari pembelajaran yang metode eksperimen adalah untuk melatih siswa agar mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Melalui pembelajaran eksperimen, siswa dapat terlatih dengan cara berpikir ilmiah scientific thinking. Metode eksperimen memberikan pengalaman kepada siswa untuk menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang Metode Eksperimen Berikut definisi dan pengertian metode eksperimen dari beberapa sumber buku Menurut Sagala 2005, metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, dimana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Menurut Hamdayana 2016, metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Melalui metode eksperimen siswa diberi kesempatan untuk belajar sendiri, mengeksplor lingkungan berdasarkan eksperimen yang dilakukan, mengamati suatu objek atau suatu fenomena. Menurut Asmani 2001, metode eksperimen adalah metode pemberian kesempatan kepada peserta didik, baik perorangan maupun kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Dengan metode ini, peserta didik diharapkan dapat sepenuhnya terlibat dalam perencanaan eksperimen, melakukan fakta, mengumpulkan data dan memecahkan masalah yang dihadapinya secara nyata. Menurut Djamarah dan Zain 2010, metode eksperimen adalah cara penyajian dimana siswa dapat melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajarinya. Dalam proses belajar mengajar dengan metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati objek, menganalisis, menarik membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri mengenai proses yang dialaminya. Menurut Suporno 2007, metode eksperimen adalah suatu metode mengajar yang mengajak supaya siswa melakukan percobaan sebagai pembuktian, pengecekan bahwa teori yang sudah di pelajari itu memang Metode Eksperimen Tujuan metode eksperimen adalah agar peserta didik dapat merancang, mempersiapkan, melaksanakan, melaporkan, membuktikan serta menarik kesimpulan dari berbagai fakta dan informasi yang didapat ketika mereka melakukan percobaan Moedjiono dan Dimyati 1992, beberapa tujuan dari metode eksperimen adalahMengajar bagaimana menarik kesimpulan dari berbagai fakta, informasi atau data yang berhasil dikumpulkan melalui pengamatan terhadap proses eksperimen yang dilaksanakan. Mengajar bagaimana menarik kesimpulan dari fakta yang terdapat pada hasil eksperimen, melalui kegiatan eksperimen yang sama. Melatih peserta didik merancang, mempersiapkan, melaksanakan, dan melaporkan hasil percobaan. Melatih peserta didik menggunakan logika induktif untuk menarik kesimpulan dari fakta, informasi atau data yang terkumpul melalui kegiatan menurut Sumantri dan Permana 1999, tujuan pelaksanaan metode eksperimen adalah Agar peserta didik mampu menyimpulkan fakta-fakta, informasi atau data yang telah diperoleh. Melatih peserta didik merancang, mempersiapkan, melaksanakan, dan melaporkan peserta didik agar menggunakan logika berpikir induktif untuk menarik suatu kesimpulan dari fakta, informasi atau data yang terkumpul melalui percobaan yang telah Metode Eksperimen Menurut Suparno 2007, metode eksperimen dibagi menjadi dua jenis, yaitu eksperimen terencana atau terbimbing dan eksperimen bebas. Adapun penjelasan ke dua jenis metode eksperimen adalah sebagai berikuta. Eksperimen terbimbing Metode eksperimen terbimbing adalah metode yang seluruh jalannya percobaan telah dirancang oleh guru sebelum percobaan dilakukan oleh peserta didik, baik dari langkah-langkah percobaan, peralatan yang harus digunakan apa yang harus diamati dan diukur semuanya sudah ditentukan sejak Eksperimen bebas Metode eksperimen bebas adalah metode eksperimen dimana guru tidak memberikan petunjuk pelaksanaan percobaan terinci, dengan kata lain peserta didik harus lebih banyak berpikir sendiri, bagaimana akan merangkai rangkaian, apa yang harus diamati, diukur, dan dianalisis serta disimpulkan. Dengan percobaan bebas menantang peserta didik untuk merencanakan percobaan sendiri tanpa banyak dipengaruhi oleh arahan guru dan dapat membangun kreativitas peserta Pelaksanaan Metode Eksperimen Menurut Roestiyah 2012, beberapa prosedur yang perlu dilakukan sebelum pelaksanaan metode eksperimen adalah sebagai berikut Perlu dijelaskan kepada peserta didik tentang tujuan eksperimen, mereka harus memahami masalah yang akan dibuktikan melalui eksperimen. Memberi penjelasan kepada peserta didik tentang alat-alat serta bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam eksperimen, hal-hal yang harus dikontrol dengan ketat, urutan eksperimen, hal-hal yang perlu dicatat. Selama eksperimen berlangsung guru harus mengawasi pekerjaan peserta didik. Bila perlu dengan memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalannya eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian peserta didik, mendiskusikan di kelas, dan mengevaluasi dengan tes atau tanya Metode Eksperimen Setelah prosedur pelaksanaan metode eksperimen sudah dilakukan, selanjutnya adalah pelaksanaan metode eksperimen melalui tahapan atau langkah-langkah sebagai berikut Hamdayana, 2016 Percobaan awal, pembelajaran diawali dengan melakukan percobaan yang didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena alam. Demonstrasi ini menampilkan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari. Pengamatan merupakan kegiatan siswa saat guru melakukan percobaan. Siswa diharapkan untuk mengamati dan mencatat peristiwa yang terjadi saat eksperimen awal, siswa dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil kegiatan untuk membuktikan dari dugaan awal yang telah dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok. Siswa diharapkan merumuskan hasil percobaan dan membuat kesimpulan dan selanjutnya dapat melaporkan hasilnya. Aplikasi konsep, merupakan kegiatan memberikan contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan teori dan percobaan yang sudah dan Kekurangan Metode Eksperimen Setiap metode pembelajaran biasanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, begitu juga dengan metode eksperimen. Menurut Hamdayana 2016, kelebihan dan kekurangan metode eksperimen adalah sebagai berikuta. Kelebihan metode eksperimen Kelebihan atau keunggulan metode eksperimen adalah sebagai berikut Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi menjelajahi tentang ilmu dan teknologi, suatu sikap yang dituntut dari seorang metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaannya yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup Kekurangan Metode Eksperimen Kekurangan atau kelemahan metode eksperimen adalah sebagai berikutTidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dengan PustakaSagala, Sayiful. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung Jumanta. 2016. Metodologi Pengajaran. Jakarta Bumi Jamal Ma’mur. 2011. 7 Tips Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta Diva dan Zain. A. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta Rineka Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika Konstruktivistik dan Menyenangkan. Yogyakarta Universitas Sanata dan Dimyati. 1992. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta Departemen Pendidikan Mulyani dan Permana, Johar. 1999. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta Departemen Pendidikan 2012. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta Rineka Cipta. Metode Eksperimen Eksperimen dapat didefinisikan sebagai kegiatan terperinci yang direncanakan untuk menghasilkan data untuk menjawab suatu masalah atau menguji suatu hipotesis. Tujuan metode eksperimen dalam pembelajaran diantaranya peserta didik dapat mengamati fakta/fenomena, mengumpulkan data dari percobaan, mengolah data menjadi informasi, mampu merancang, mempersiapkan, melakukan dan melaporkan percobaan serta melatih penggunaan logika berpikir induktif untuk menarik kesimpulan dari fakta-fakta, informasi atau data yang diperoleh dari percobaan. Suatu eksperimen akan berhasil jika variabel yang dimanipulasi dan jenis respon yang diharapkan dinyatakan secara jelas dalam suatu hipotesis, juga penentuan kondisi-kondisi yang akan dikontrol sudah tepat. Melatihkan merencanakan eksperimen tidak harus selalu dalam bentuk penelitian yang rumit, tetapi cukup dilatihkan dengan menguji hipotesishipotesis yang berhubungan dengan konsep-konsep di dalam standar kompetensi mata pelajaran, kecuali untuk melatih khusus siswa-siswa dalam kelompok tertentu. Contohnya Kelompok Ilmiah Remaja. Metode eksperimen dipilih sebagai metode pembelajaran Fisika jika konsep Fisika harus dipelajari melalui fakta-fakta yang dapat ditemukan oleh siswa. Melalui eksperimen pengembangan inkuiri lebih banyak, siswa berlatih lebih banyak menggunakan keterampilan proses, dan terlatih kemampuan psikomotornya melalui teknik-teknik penggunaan alat-alat dan merangkai alat pada suatu percobaan. 1 Keunggulan-Keunggulan Metode Eksperimen a Fakta atau data yang diperoleh siswa secara langsung mudah diingat b Guru dapat berkeliling kelas sambil melakukan penilaian terhadap sikap dan psikomotor c Melatih kerja sama pada diri siswa karena metode eksperimen di sekolah biasanya dilakukan secara berkelompok 2 Kelemahan-Kelemahan Metode Eksperimen a Memerlukan bahan dan alat praktik yang banyak b Kalau siswa tidak diawasi dengan baik kadang-kadang ada yang main-main di kelompoknya c Memerlukan waktu belajar yang lebih lama dari pada metode demonstrasi Untuk menerapkan metode eksperimen pada pembelajaran IPA, ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan, diantaranya a peralatan dan bahan yang tersedia di laboratorium harus memadai untuk eksperimen; b menggunakan bahan praktikum yang tidak berbahaya; c menggunakan peralatan yang aman bagi keselamatan dan mudah digunakannya. d Perlu petunjuk yang jelas karena dalam melakukan eksperimen siswa sedang belajar dan berlatih

kelebihan dan kekurangan metode eksperimen dalam psikologi